Minggu, 09 November 2014

makalah inter



BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PERCOBAAN
Waktu Percobaan        : 3 Oktober 2014 Sampai 31 Oktober  2014
            Tempat Percobaan       : Jalan during No.171, Medan                                   
3.2 ALAT DAN BAHAN
TABEL ALAT
NO
NAMA ALAT
JUMLAH
1
Polybag
8 buah
2
Cangkul
1 buah
3
Lidi
26buah
4
Kertas label
26 buah
5
Penggaris
1 buah
6
Alat tulis
1 set
7
Buku besar
1 buah
8
Ember
1 buah

TABEL BAHAN
NO
NAMA BAHAN
JUMLAH
1
Biji jagung (Zea mays)
26 biji
2
Biji kacang hijau (phaseolus parealus)
26 biji
3
Tanah
secukupnya
4
Air
secukupnya

3.3 PROSEDUR KERJA

Prosedur kerja pengamatan pengaruh perbedaan lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut :
A.PERLAKUAN DIALAM TERBUKA(DI POLIBET)
1.      Menyediakan polibet yang berukuran 5 kg
2.      Merendam terlebih dahulu biji kacang merah dan biji kacang tanah selam 3 jam
3.      Memasukkan tanah kedalam polibet dengan ukuran yang sama
4.      Menanam biji kacang tanah dan biji kacang merah pada polibet yang berisi tanah yang telah di sediakan dengan masing-masing jumlah
Kacang tanah
Kacang merah
Polibet 1: 1 biji
Polibet 5: 1 biji
Polibet 2: 2 biji
Polibet 6: 2 biji
Polibet 3: 4 biji
Polibet 7: 4 biji
Polibet 4: 6 BIJI
Polibet 8: 6 biji

5.      Memberi jarak pada biji yang telah ditanam dan memberi tanda atau kertas label sebagai tandanya
6.      setelah selesai penanaman polibet yang telah ditanam biji kacang tanah dan biji kacang merah dilakukan proses penyiraman
7.      Menyimpan masing-masing polibet ke tempat alam terbuka dan tempat yang aman
8.      Proses penyiraman tidak dilakukan karnaberada di tempat yang terbuka
9.      Melakukan pengamatan setiap sekali seminggu sesuai dengan hari pertama melakukan penanaman dan perubahan-perubahan yang terjadi,mis:tinggi batang,lebar daun,panjang daun,jumlah daun,warna daun,dll
10.  Membandingkan pertumbuhan yang dialami oleh tanaman yang tempatkan di rumah kaca dengan tanaman yang ditanam di alam terbuka
11.  Mencatat hasil pengamatan yang telah diamati


B.PERLAKUAN DI ALAM TERBUKA(DITANAH LANGSUNG)
1.      Merendam terlebih dahulu biji kacang merah dan biji kacang tanah selama 3 jam
2.      Menyediakan tanah yang akan ditanami biji kacang tanah dan biji kacang merah
3.      Menggarap tanah tersebut dengan cangkul
4.      Membuat batas atau plot pada tanah yang telah di garap supaya ada batasnya
5.      Menanam biji kacang merah dan biji kacang tanah pada plot yang telah disediakan dengan masing-masing jumlah:

Kacang tanah

Kacang merah
Plot 1: 1 biji
Plot 5: 1 biji
Plot 2: 2 biji
Plot 6: 2 biji
Plot 3: 4 biji
Plot 7: 4 biji
Plot 4: 6 biji
Plot 8: 6 biji

6.      Memberi tanda atau label pada setiap biji yang telah ditanam supaya jelas identitasnya
7.      Mengamati perubahan yang dialami oleh tanaman setiap seminggu sekali sesuai dengan waktu pertama sekali melakukan penanaman
8.      Membandingkan kecepatan pertumbuhan pada tanaman yang dirumah kaca,pada tanaman dialam terbuka(polibet)dan pada tanaman diluar alam (tanah langsung)
9.      Mengidetifikasi atau mengamati faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan lingkungan tempat tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman.



PENGAMATAN 3
KACANG HIJAU
  

JAGUNG                                                                                        
V  
PENGAMTAN 4





















PENGAMATAN 2
KCANG HIJAU

JAGUNG

retikulum endoplasma



BAB I
PENDAHULUAN

Sel yang hidup harus melakukan sintesis bahan baru agar bisa tetap hidup. Bahan yang disintesis bisa digunakan langsung oleh sel itu sendiri tetapi juga bisa diekspor untuk digunakan sel lain. Sebelum dikonsumsi sendiri atau diekspor, hasil biosintesis biasanya mengalami modifikasi terlebih dahulu. Ekspor bahan selanjutnya dilakukan melalui proses sekresi sel, masing-masing bahan disekresi melalui jalur sekresi tertentu. Seluruh kegiatan ini (biosintesis, modifikasi hasil biosintesis dan jalur sekresi) diatur oleh bahan inti dan dilaksanakan oleh organelle khusus sel. Organella yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas tersebut terutama terdiri atas reticulum endoplasma, ribosom, dan kompleks golgi.
Banyak sel eukariotik yang berbeda merupakan bagian dari sistem endomembran. Membran ini dihubungkan melalui sambungan fisik langsung atau melalui sambungan fisik langsung atau melalui transfer segmen-segmen membran sebagai vesikula (gelembung terbungkus membran) kecil. Akan tetapi, hubungan ini tidak berarti bahwa membran yang berbeda-beda itu memiliki struktur dan fungsi yang sama. Ketebalan, komposisi molekuler, dan perilaku metabolisme membran tidak tetap, tetapi dapat dimodifikasi beberapa kali selama masa hidup membran tersebut. Sistem endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasmik, aparatus golgi, lisosom, berbagai jenis vakuola dan membran plasma (sebenarnya bukan endomembran dalam arti tempat fisiknya, tetapi sekalipun demikian berkaitan dengan retikulum endoplasmik dan membran internal lainnya). Dan pada pembahasan kali ini, hanya berfokus kepada retikulum endoplasmik dan kompleks golgi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma ini meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. Semua sel eukariot mengandung retikulum endoplasma (RE). Organella ini bukan organella statis dan mudah dikenali, melainkan merupakan komponen dari suatu sistem selaput yang dinamis. Sistem selaput ini mencakup semua selaput organela yang berada dalam sel. Lima puluh persen dari selaput yang terdapat pada sebuah sel adalah selaput RE. Dengan adanya sistem tadi sitoplasma dibagi menjadi dua kompartemen yaitu sitoplasma ekstra organel (sitosol) dan rongga-rongga intra membran (lumen). Jadi membran yang membangun sistem itu satu permukaan menghadap sitoplasma ekstra organel (sitosol) dan permukaan yang lain menghadap lumen dari sistem membran tadi.
RE mempunyai hubungan dengan membran plasma dan membran luar dari selaput inti, sedangkan organela-organela yang lain tidak mempunyai hubungan langsung tapi dapat terjadi interaksi secara langsung atau tidak. Jadi meskipun RE merupakan organela tersendiri tetapi struktur dan fungsinya mempunyai hubungan dan tergantung pada bagian-bagian lain dari jaringan cytocavitary (mitokondria, lisosom, kompleks Golgi, badan mikro dan membran inti), itulah sebabnya pada pembicaraan organela yang lain akan selalu menyangkut pembahasan materi ini.
Gambar 1. Retikulum Endoplasma



2.1.1 Bentuk Makroskopis RE
RE mempunyai fungsi yang bervariasi, hal ini menyebabkan adanya variasi secara morfologis. Dari pengamatan dengan menggunakan mikroskop elektron pada sel hati terlihat adanya dua macam membran yang menyebabkan ada dua macam retikulum endoplasma. Membran yang mempunyai partikel-partikel ribosom di permukaannya kelihatan kasar dan membentuk retikulum endoplasma kasar (REK) dan membran yang tidak mempunyai ribosom pada permukaannya sehingga kelihatan halus, dan dengan demikian dinamakan retikulum endoplasma halus (REH). REK disebut juga retikulum endoplasma granular (REG) dan REH disebut juga retikulum endoplasma agranular (REA).
Gambar 2. Struktur REK dan REH
  1. Retikulum Endoplasma Kasar (REK)
REK mempunyai fungsi dalam sintesa protein di dalam sel, terutama sintesa protein untuk sekresi dan protein untuk komponen RE itu sendiri. Jika dilihat pada sitoplasma REK tampak berupa saluran panjang berjajar melengkung teratur (lamelar).
REK juga berfungsi untuk melakukan glikolasi yakni penambahan gula (selaput glukosamin dan manosa) terhadap protein dan penambahan disulfida agar polipeptida lebih banyak rangkaian dan cabangnya.
REK ternyata juga mengandung granula lemak, ini menunjukkan bahwa REK dan REH bekerjasama dan saling berhubungan dalam proses sekresi dan transpor lemak.
  1. Retikulum Endoplasma Halus (REH)
REH mempunyai bentuk berupa pembuluh (tubular) atau gelembung (vesikuler) yang tak teratur. REH berperan dalam mensintesa hormon steroid (sel yang memproduksi hormon steroid mengandung banyak sekali REH, disamping butiran lemak yang akan dipakai untuk mensintesa hormon itu). Sel yang memproduksi steroid dalam tubuh antara lain adalah sel Leydig dalam testis, sel korteks adrenal dan sel korpus luteum dalam ovarium. REH yang memproduksi steroid umumnya berbentuk tubuler (pembuluh).
Dalam sel hati REH berfungsi untuk metabolisme zat yang terlarut dalam lemak dan obat, contohnya barbiturat. REH sel hati melakukan proses yang disebut detoksifikasi, sehingga tidak meracuni dan merusak sel. Ciri REH untuk aktifitas detoksifikasi berbentuk vesikuler (gelembung). Sel lain yang banyak berisi REH adalah sel-sel pigmen pada retina, sel-sel kelenjar sebaseus, sel-sel interestisial pada testis dan korpus luteum.
  1. Variasi Struktur RE
Dari sudut strukturnya, dikenal tiga macam RE, yaitu RE lamelar, RE vesikular, dan RE tubular.
RE lamelar. Struktur ini kebanyakan terdapat pada REK, terdiri atas susunan sejumlah kantong membran yang pipih. Ribosom pada membran retikulum yang berbentuk tidak merata (asimetris), membran membentuk kantong yang pipih disebut sisternae.
RE vesikuler (RE bentuk kantung). Merupakan struktur jenis kedua dari retikulum endoplasma, kebanyakan terdapat pada REH. Dalam penelitian in vitro (di luar sel) bentuknya seperti kantung tertutup dan bentuk inidiperkirakan sama seperti bentuk aslinya di dalam sel.
RE tubular (RE bentuk pembuluh). Merupakan struktur jenis ketiga dari RE, bentuk seperti ini terutama dimiliki oleh REH. Mungkin bentuk tubular menunjukkan sifat yang dinamik dari RE dan mempunyai hubungan erat dengan gerakan membran, pemisahan dan fusi dalam sistem membran.
RE dapat dipisahkan dengan jalan sentrifugasi, dengan pemisahan cara seperti ini disebut mikrosom.
  1. Hubungan antara REK dan REH
Telah diketahui bahwa terdapat perbedaan fungsi antara REK dan REH. REK mempunyai fungsi dalam proses sintesis dan transpor protein, karenanya RE ini mempunyai fungsi sebagai tempat penyokong polisom disamping mempunyai fungsi enzimatik. Sebaliknya REH mempunyai fungsi pada proses sintesis dan metabolisme bahan-bahan yang bermolekul kecil dan detoksifikasi.
Secara morfologi kedua jenis RE tersebut berbeda satu sama lain tetapi diduga bahwa REH berasal dari REK. Dalam percobaan kimia yang mempunyai telah menggunakan fenobarbiytal (suatu bahan kimia yang mempunyai pengaruh untuk mengembangkan (poliferation) membran RE ),diketahui bahwa REH dibentuk dari REK. Prosesnya terjadi dalam dua tahap ,pertama terjadi perkembangan REK dan kemudian REH. Tugas sesungguhnya dari REH untuk menetralkan racun fenobarbital ( detoksifikasi). Untuk itu pertama perlu dibuat enzim-enzim detoksifikasi yang terjadi diREK. Karena itu perkembangan REK dulu baru kemudian REH. Jadi REK dan REH mempunyai hubungan fungsional. Bukti-bukti menunjukkan REK dan REH mempunyai banyak protein yang sama.

2.1.2. Struktur dan Komposisi Membran RE
Struktur membrane RE pada umumnya,membrane RE merupakan model mosaic cair,perbedaannya dengan membrane plasma,pertama dari ketebalannya,membrane Re lebih tipis dari pada membrane plasma. Kedua ratio protein terhadap lemak perbandingan protein terhadap lemak pada RE lebih tinggi dari pada membrane plasma,ketiga konsentrasi kolestrol pada RE lebih rendah dari pada membrane plasma. Ketiga hal ini lah yang menyebabkan membrane RE lebih stabil dan kental namun,perlu diingat pada rantai asam lemak fosfolipida membrane RE lebih pendek,dan banyak berupa asam lemak tidak jenuh. Hal ini menyebabkan perpindahan kearah lateral lebih mudah dari pada membrane sel sehingga,membrane RE lebih dinamis dari pada membrane sel.
Gambar 3. Perbandingan Membran Plasma dengan Membran RE
Komposisi kimia membrane RE. pada hati tiikus membrane mikrosom mengandung 60-70% protein,30-40% fosfolipida dihitung dari beratnya. Pada membrane RE terdapat sedikitnya 33 macam folipeptida yang mempunyai sifat-sifat fisika dan kimia masing-masing. Fosfolipida mikrosom yang telah diketahui antara lain fosfatilfilkolin 55%,fosfatidil etanolamine 20-25%,fosfatidil serin 5-10% dan spingomielin 4-7%.
Enzim-enzim RE. reticulum endoplasma merupakan lokasi sejumlah besar enzim beberapa jenis enzim yang dikenal yang secara mendetail,adalah: