BAB I
PENDAHULUAN
Sel
yang hidup harus melakukan sintesis bahan baru agar bisa tetap hidup. Bahan
yang disintesis bisa digunakan langsung oleh sel itu sendiri tetapi juga bisa
diekspor untuk digunakan sel lain. Sebelum dikonsumsi sendiri atau diekspor,
hasil biosintesis biasanya mengalami modifikasi terlebih dahulu. Ekspor bahan
selanjutnya dilakukan melalui proses sekresi sel, masing-masing bahan disekresi
melalui jalur sekresi tertentu. Seluruh kegiatan ini (biosintesis, modifikasi
hasil biosintesis dan jalur sekresi) diatur oleh bahan inti dan dilaksanakan
oleh organelle khusus sel. Organella yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas
tersebut terutama terdiri atas reticulum endoplasma, ribosom, dan kompleks
golgi.
Banyak sel eukariotik yang berbeda merupakan bagian dari
sistem endomembran. Membran ini dihubungkan melalui sambungan fisik langsung
atau melalui sambungan fisik langsung atau melalui transfer segmen-segmen
membran sebagai vesikula (gelembung terbungkus membran) kecil. Akan tetapi,
hubungan ini tidak berarti bahwa membran yang berbeda-beda itu memiliki
struktur dan fungsi yang sama. Ketebalan, komposisi molekuler, dan perilaku
metabolisme membran tidak tetap, tetapi dapat dimodifikasi beberapa kali selama
masa hidup membran tersebut. Sistem endomembran mencakup selubung nukleus,
retikulum endoplasmik, aparatus golgi, lisosom, berbagai jenis vakuola dan
membran plasma (sebenarnya bukan endomembran dalam arti tempat fisiknya, tetapi
sekalipun demikian berkaitan dengan retikulum endoplasmik dan membran internal
lainnya). Dan pada pembahasan kali ini, hanya berfokus kepada retikulum
endoplasmik dan kompleks golgi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan labirin membran yang
demikian banyak sehingga retikulum endoplasma ini meliputi separuh lebih dari
total membran dalam sel-sel eukariotik. Semua sel eukariot mengandung retikulum
endoplasma (RE). Organella ini bukan organella statis dan mudah dikenali,
melainkan merupakan komponen dari suatu sistem selaput yang dinamis. Sistem
selaput ini mencakup semua selaput organela yang berada dalam sel. Lima puluh
persen dari selaput yang terdapat pada sebuah sel adalah selaput RE. Dengan
adanya sistem tadi sitoplasma dibagi menjadi dua kompartemen yaitu sitoplasma
ekstra organel (sitosol) dan rongga-rongga intra membran (lumen). Jadi membran
yang membangun sistem itu satu permukaan menghadap sitoplasma ekstra organel
(sitosol) dan permukaan yang lain menghadap lumen dari sistem membran tadi.
RE mempunyai hubungan dengan membran plasma dan membran
luar dari selaput inti, sedangkan organela-organela yang lain tidak mempunyai
hubungan langsung tapi dapat terjadi interaksi secara langsung atau tidak. Jadi
meskipun RE merupakan organela tersendiri tetapi struktur dan fungsinya
mempunyai hubungan dan tergantung pada bagian-bagian lain dari jaringan cytocavitary (mitokondria, lisosom,
kompleks Golgi, badan mikro dan membran inti), itulah sebabnya pada pembicaraan
organela yang lain akan selalu menyangkut pembahasan materi ini.
Gambar 1. Retikulum
Endoplasma
2.1.1 Bentuk Makroskopis RE
RE mempunyai fungsi yang bervariasi, hal ini menyebabkan
adanya variasi secara morfologis. Dari pengamatan dengan menggunakan mikroskop
elektron pada sel hati terlihat adanya dua macam membran yang menyebabkan ada
dua macam retikulum endoplasma. Membran yang mempunyai partikel-partikel
ribosom di permukaannya kelihatan kasar dan membentuk retikulum endoplasma kasar (REK) dan membran yang tidak mempunyai
ribosom pada permukaannya sehingga kelihatan halus, dan dengan demikian
dinamakan retikulum endoplasma halus
(REH). REK disebut juga retikulum
endoplasma granular (REG) dan REH disebut juga retikulum endoplasma agranular (REA).
Gambar 2. Struktur REK dan
REH
- Retikulum Endoplasma Kasar (REK)
REK mempunyai fungsi dalam sintesa protein di dalam sel,
terutama sintesa protein untuk sekresi dan protein untuk komponen RE itu
sendiri. Jika dilihat pada sitoplasma REK tampak berupa saluran panjang
berjajar melengkung teratur (lamelar).
REK juga berfungsi untuk melakukan glikolasi yakni
penambahan gula (selaput glukosamin dan manosa) terhadap protein dan penambahan
disulfida agar polipeptida lebih banyak rangkaian dan cabangnya.
REK ternyata juga mengandung granula lemak, ini
menunjukkan bahwa REK dan REH bekerjasama dan saling berhubungan dalam proses
sekresi dan transpor lemak.
- Retikulum Endoplasma Halus (REH)
REH mempunyai bentuk berupa pembuluh (tubular) atau
gelembung (vesikuler) yang tak teratur. REH berperan dalam mensintesa hormon
steroid (sel yang memproduksi hormon steroid mengandung banyak sekali REH,
disamping butiran lemak yang akan dipakai untuk mensintesa hormon itu). Sel
yang memproduksi steroid dalam tubuh antara lain adalah sel Leydig dalam
testis, sel korteks adrenal dan sel korpus luteum dalam ovarium. REH yang
memproduksi steroid umumnya berbentuk tubuler (pembuluh).
Dalam sel hati REH berfungsi untuk metabolisme zat yang
terlarut dalam lemak dan obat, contohnya barbiturat. REH sel hati melakukan
proses yang disebut detoksifikasi, sehingga tidak meracuni dan merusak sel.
Ciri REH untuk aktifitas detoksifikasi berbentuk vesikuler (gelembung). Sel
lain yang banyak berisi REH adalah sel-sel pigmen pada retina, sel-sel kelenjar
sebaseus, sel-sel interestisial pada testis dan korpus luteum.
- Variasi Struktur RE
Dari sudut strukturnya, dikenal tiga macam RE, yaitu RE
lamelar, RE vesikular, dan RE tubular.
RE
lamelar. Struktur ini kebanyakan terdapat pada REK, terdiri atas susunan sejumlah
kantong membran yang pipih. Ribosom pada membran retikulum yang berbentuk tidak
merata (asimetris), membran membentuk kantong yang pipih disebut sisternae.
RE
vesikuler (RE bentuk kantung). Merupakan struktur jenis kedua dari retikulum
endoplasma, kebanyakan terdapat pada REH. Dalam penelitian in vitro (di luar sel) bentuknya seperti kantung tertutup dan
bentuk inidiperkirakan sama seperti bentuk aslinya di dalam sel.
RE
tubular (RE bentuk pembuluh). Merupakan struktur jenis ketiga dari RE, bentuk
seperti ini terutama dimiliki oleh REH. Mungkin bentuk tubular menunjukkan
sifat yang dinamik dari RE dan mempunyai hubungan erat dengan gerakan membran,
pemisahan dan fusi dalam sistem membran.
RE dapat dipisahkan dengan jalan sentrifugasi, dengan
pemisahan cara seperti ini disebut mikrosom.
- Hubungan antara REK dan REH
Telah diketahui bahwa terdapat perbedaan fungsi antara
REK dan REH. REK mempunyai fungsi dalam proses sintesis dan transpor protein,
karenanya RE ini mempunyai fungsi sebagai tempat penyokong polisom disamping
mempunyai fungsi enzimatik. Sebaliknya REH mempunyai fungsi pada proses
sintesis dan metabolisme bahan-bahan yang bermolekul kecil dan detoksifikasi.
Secara morfologi kedua jenis RE tersebut berbeda satu
sama lain tetapi diduga bahwa REH berasal dari REK. Dalam percobaan kimia yang
mempunyai telah menggunakan fenobarbiytal (suatu bahan kimia yang mempunyai
pengaruh untuk mengembangkan (poliferation) membran RE ),diketahui bahwa REH
dibentuk dari REK. Prosesnya terjadi dalam dua tahap ,pertama terjadi
perkembangan REK dan kemudian REH. Tugas sesungguhnya dari REH untuk
menetralkan racun fenobarbital ( detoksifikasi). Untuk itu pertama perlu dibuat
enzim-enzim detoksifikasi yang terjadi diREK. Karena itu perkembangan REK dulu
baru kemudian REH. Jadi REK dan REH mempunyai hubungan fungsional. Bukti-bukti menunjukkan
REK dan REH mempunyai banyak protein yang sama.
2.1.2. Struktur dan Komposisi
Membran RE
Struktur
membrane RE pada umumnya,membrane RE merupakan model mosaic
cair,perbedaannya dengan membrane plasma,pertama dari ketebalannya,membrane Re
lebih tipis dari pada membrane plasma. Kedua ratio protein terhadap lemak
perbandingan protein terhadap lemak pada RE lebih tinggi dari pada membrane
plasma,ketiga konsentrasi kolestrol pada RE lebih rendah dari pada membrane
plasma. Ketiga hal ini lah yang menyebabkan membrane RE lebih stabil dan kental
namun,perlu diingat pada rantai asam lemak fosfolipida membrane RE lebih pendek,dan
banyak berupa asam lemak tidak jenuh. Hal ini menyebabkan perpindahan kearah
lateral lebih mudah dari pada membrane sel sehingga,membrane RE lebih dinamis
dari pada membrane sel.
Gambar 3. Perbandingan
Membran Plasma dengan Membran RE
Komposisi
kimia membrane RE. pada hati tiikus membrane mikrosom mengandung 60-70%
protein,30-40% fosfolipida dihitung dari beratnya. Pada membrane RE terdapat
sedikitnya 33 macam folipeptida yang mempunyai sifat-sifat fisika dan kimia
masing-masing. Fosfolipida mikrosom yang telah diketahui antara lain
fosfatilfilkolin 55%,fosfatidil etanolamine 20-25%,fosfatidil serin 5-10% dan
spingomielin 4-7%.
Enzim-enzim
RE. reticulum endoplasma merupakan lokasi sejumlah besar enzim beberapa jenis
enzim yang dikenal yang secara mendetail,adalah: