Minggu, 09 November 2014

makalah inter



1.1  Latar Belakang
Organisme hidup di dalam suatu ekosistem yang didalamnya saling berinteraksi antar satu spesies dengan spesies lain. Interaksi tersebut dapat berupa interaksi positif yang saling menguntungkan dapat juga interaksi negatif seperti kompetisi. Kompetisi  tumbuhan dalam suatu spesies mampu di liat pada jarak antar tumbuhan, di mana sebenarnya persaingan yang paling keras terjadi antara tumbuhan yang sama spesiesnya, sehingga tegakan besar dari sepesies tunggal sangat jarang di temukan di alam. Persaingan antar tumbuhan yang sejenis ini mempengaruhi pertumbuhannya karena pada umumnya bersifat merugikan.
Pengaturan populasi tanaman pada hakekatnya adalah pengaturan jarak tanam yang nantinya akan berpengaruh pada persaingan dalam penyerapan zat hara, air, dan cahaya matahari. Jika hal tersebut tidak diatur dengan baik , hasil tanaman akan ikut terpengaruh. Jarak tanam rapat akan mengakibatkan terjadinya suatu kompetisi, baik inter maupun intraspesies. Penelitian tentang jarak tanam menunjukkan bahwa semakin rapat jarak tanam maka semakin tinggi tanaman tersebut dan secara nyata akan berpengaruh terhadap jumlah cabang, luas permukaan daun dan pertumbuhan tanaman. Mengingat pentingnya mengengetahui jarak tanaman ideal untuk pertumbuhan tanaman, maka dilakukan penelitian tentang kompetisi yang terjadi pada tanaman yang sejenis maupun berbeda spesies.
Kecepatan perkecambahan biji tumbuhan dan pertumbuhan anakan (seedling) merupakan suatu faktor yang menentukan kemampuan spesies tumbuhan tertentu untuk menghadapi dan menaggulangi persaingan yang terjadi. Apabila suatu tanaman berkecambah terlebih dahulu di banding suatu tanaman yang lain maka tanaman yang tumbuh lebih dahulu dapat menyebar lebih luas sehingga mampu memperoleh cahaya matahari, air, dan unsur hara tanah lebih banyak di bandingkan dengan yang lain.
Persaingan tumbuhan dalam suatu spesies mampu di liat pada jarak antar tumbuhan. di mana sebenarnya persaingan yang paling keras terjadi antara tumbuhan yang sama spesiesnya, sehingga tegakan besar dari sepesies tunggal sangat jarang di temukan di alam. Persaingan antar tumbuhan yang sejenis ini mempengaruhi pertumbuhannya karena pada umumnya bersifat merugikan.
Kompetisi antara tanaman tersebut terjadi karena faktor tumbuh yang terbatas. Faktor yang dikompetisikan antara lain hara, cahaya, CO2, cahaya dan ruang tumbuh. Besarnya daya kompetisi tumbuhan kompetitor tergantung pada beberapa faktor  antara lain jumlah individu dan berat tanaman kompetitor, siklus hidup tanaman kompetitor, periode tanaman, dan jenis tanaman. Oleh karena itu dalam praktikum interspesifik ini kita akan mengetahui faktor penentu apa saja yang berpengaruh terhadap tanaman kacang merah dan kacang tanah.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah keadaan yang dinamakan persaingan itu merupakan persaingan interspesifik ?
2.      Apakah ada perbedaan morfologi dari kedua spesies atau tanaman yang diteliti ?
3.      Bagaimanakah pengaruh jarak antar tanaman dalam persaingan interspesifik ?
4.      Apakah ada pengaruh jumlah tanaman yang ditanam didalam satu plot terhadap persaingan interspesifik ?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengaruh jarak tanaman terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman.
2.      Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya persaingan antar tanaman berbeda jenis (interspeifik)
3.      Untuk mengamati faktor akibat dari persaingan interspesifik.
4.      Untuk mengamati laju pertumbuhan tinggi yang paling cepat antara tanaman kacang merah dengan kacang tanah.
5.      Untuk membantu dalam pertanian menghindari terjadinya persaingan antar tanaman berbeda jenis dalam waktu penanaman.

1.4 Manfaat
1.      Agar kita dapat lebih memahami bagaimana suatu persaingan dinamakan persaingan interspesifik
2.      Untuk menunjukkan bagaimana pengaruh dari persaingan interspesifik
3.      Agar kita dapat dibantu dalam pertanian bagaimana caranya agar persaingan antar tanaman dapat di hindarkan waktu penanaman.
























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengaruh Lingkungan  Terhadap Tumbuhan
        Faktor-faktor lingkungan akan mempengaruhi fungsi fisiologis tanaman. Respons tanaman sebagai akibat faktor lingkungan akan terlihat  pada penampilan tanaman. Tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, disini terlihat bahwa tumbuhan saling mempengaruhi dengan lingkungannya. Begitu pula biasanya vegetasi yang tumbuh disekitar ekosistem tersebut juga spesifik atau tertentu. Karena hanya tumbuhan yang sesuai dan cocok saja yang dapat hidup berdampingan. Tumbuhan pun mempunyai sifat menolak terhadap tumbuhan yang tidak disukainya, yaitu dengan mengeluarkan zat kimia yang dapat bersifat bagi jenis tertentu. Sifat tersebut dinamakan allelopati.(Indriyanto.2006)
   2.2 Tipe Tipe Interspesifik
    1. Netralisme
Netralisme merupakan tipe interaksi interspesifik yang di kenali sehari-hari  dimana populasi yang bekerja sama seolah-olah tidak saling terpengaruh, walau sesungguhnya semacam kerja sama tersenglenggara sangat halus.
    2. Kompetisi
Kompetisi merupakan tipe interaksi interspesifik antara dua individu atau spesies yang berebut sumber daya yang terbatas seperti pakan, air, ruang untuk sarang dan lain-lain. Pihak yang lebih efisien memanfaatkan sumber dayanya untuk bertahan, dan yang lainya tersingkir. fenomena ini di sebut prinsip pemikiran kompetitif (competitive)
Kesimpulanya, kompetisi untuk memperebutkan sumber-sumber daya ekosistem merupakan faktor utama dalam pengendalian populasi. Tidak ada populasi yang mampu bertahan dengan kerapatan tinggi, individu yang tidak mampu memanfaatkan sumber-sumber daya lingkungan akan tersingkir.
 3. Mutualisme dan Protokooperasi
Mutualisme di sebut juga simbiosa yang merupakan interaksi obligatori (wajib) yang di perlukan oleh kedua belah pihak yang berinteraksi karena keduanya saling memerlukan.
Sedangkan protokooperasi memiliki pengaruh yang sama terhadap populasi yaitu saling memerlukan namun kadar interaksi protokooperasi kurang atau tidak bersifat obligatori bagi kedua pihak.
   4. Komensalisme
Interaksi antara individu yang memberikn keuntungan kepada salah satu individu jenis populasi, sementara yang lain tidak memperoleh keuntungan apa-apa namun tidak dirugikan.
  5. Anemsalisme.
Anemsalisme merupakan kebalikan dari komensalisme. Ini menunjukan adanya hubungan antara individu-individu populasi ke satu merasa di rugikan (tetapi sesat) dan  organisme populasi lain tidak di rugikan (netral). amensalisme merupakan persaingan dalam bentuk yang lemah. Contohnya adalah proses Allelopathy dimana pada jenis tumbuhan tertentu ada yang dapat mengahsilkan senyawa kimia tertentu dan dapat berpengaruh/ menghalangi pertumbuhan jenis tumbuhannya.
   6. Parasitisme
Parasitisme merupakan proses interaksi antara dua jenis populasi dimana satu jenis mendapat ke untungan, dalam hal ini di sebut parasit sedangkan yang kedua menderita kerugian (sebagai inang).(Yusnidar,Sri.2012)
2.3. Beberapa faktor-faktor yang berpengaruh interspesifik pada tumbuhan
    1.Jenis tanaman
Faktor ini meliputi sifat biologi tumbuhan, system perakaran, bentuk pertumbuhan secara fisiologis. Misalnya adalah pada tanaman ilalang yang memiliki system perakaran yang menyebar luas sehingga menyebabkan persaingan dalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar